Feature Label 1

Feature Label 2

Feature Label 3

2nd Feature Label

What's Latest and Fresh in?
banmobiltangerang : Memberikan Rekomendasi Untuk Ban Mobil Pribadi Anda

Sunday, August 9, 2020

Nggak Asal Ceper! Inilah Tips & Info Modifikasi Ala Founder Stance Lab oleh - banmobiltangerang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website banmobiltangerang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Nggak Asal Ceper! Inilah Tips & Info Modifikasi Ala Founder Stance Lab oleh - banmobiltangerang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pecinta mobil stance dan aliran sejenisnya, kalian pasti tahu dong Stance Lab yang berada di bilangan Kebayoran Baru? Atau diantara kalian ada yang menggunakan salah satu produk suspensi dan brake kit milik Stance Lab? Yaps, mereka menawarkan produk tersebut untuk kendaraan Eropa dan Jepang dengan kualitas yang mumpuni dan mutakhir, sebut saja suspensi ISC, ISX, dan Altech brakes. Well, kali ini saya nggak bertandang ke Jakarta, namun beruntung bisa berdiskusi via telp dengan sang founder Lucky Reza untuk pertama kalinya.

Mobil stance di Indonesia sudah menjadi bagian dari kultur khususnya kaum urban dan saat ini boleh dibilang jauh lebih berkembang, terbukti dengan semakin banyak pilihan komponen undercarriage maupun aksesoris. Modifikasinya pun beragam, mulai dari sekedar ganti velg lebar dan celong, ban lebar, potong per, radius, ganti suspensi kit, hingga penambahan air suspension. Namun mungkin tak semuanya paham bahwa kesemuanya itu harus terpasang secara proporsional antara kaki-kaki, bodi dan kekuatan mobil itu sendiri. Ini bukan asal ceper atau sekedar plug and play, tapi ada hal-hal yang perlu diperhatikan apalagi jika mobil turun ke jalan, bukan untuk kepentingan kontes.

Sebut saja coilover pada sistem suspensi, komponen ini nggak cuma bikin mobil makin ceper tapi juga meningkatkan kekakuan, kenyamanan dan handling lebih optimal, seperti yang bisa anda temukan pada ISC coilover. Yaps, Stance Lab menyajikan beragam tipe dari paling basic hingga performance, mulai dari kebutuhan mobil harian, balap, drift, maupun stance. Pada prinsipnya settingan modifikasi di bagian roda dan kaki-kaki harus selaras agar berfungsi secara maksimal, aman dan tetap menjaga nilai estetik.

Nah, Lucky pun membagikan informasi dan tips seputar modifikasi. Apa sih ramuannya dalam memodifikasi mobil ceper? Penting nih guys, apalagi buat kalian para pemula biar nggak kehilangan arah.

“Modifikasi itu ibaratnya banyak jalan menuju Roma ya, dari cara yang murah, cara yang benar dan cara yang memang ngabisin duit. Pertama, kembali ke budget dulu nih, mobilnya apa dan pendeknya mau seberapa. Kedua, pertimbangkan dulu kebutuhannya, apakah kontes, harian dan lainnya. Tapi yang utama mesti siapkan velg, jadi misal mau fitmentnya begini, gimana caranya antara velg dan fender nggak saling bergesekan. Kemudian baru ke suspensi, balik lagi butuhnya seperti apa, kalau jalannya agak bumpy ya harus pakai air suspension biar adjustable tinggi-rendahnya, atau pengen yang murah asal kelihatan pendek ya tinggal potong pernya aja tapi jadinya statik â€" kalau buat harian lebih nyaman lagi pakai coilover,” jelas Lucky.

Yaps, coilover tampaknya menjadi komponen favorit penghobi statik, ini bukan buat ‘gaya-gayaan’ melainkan kebutuhan. “Kalau ngomongin coilover buat modifikasi statik lebih ke fungsi kali ya. Coilover itu nggak begitu banyak instalasi, seperti layaknya per standar tapi bisa disetel tingginya, jadi buat harian akan jarang menemui masalah khususnya di coilover,” imbuh Lucky.

Tentu saja dalam penggunaannya, kita perlu memperhatikan spring rate per dimana biasanya produk aftermarket yang baik akan dilengkapi informasi seputar spring rate, spring preload dan cara setting. Spring rate merujuk kepada kekakuan per dalam ukuran kg/mm. Jika saat ditekan beban seberat 10 kg, per menyusut 10 mm, maka spring rate per itu adalah 1,0 kg/mm. Namun sebelum lebih jauh, perlu dipahami sistem suspensi bawaan mobil agar mendapatkan settingan yang pas.

“Sebenarnya banyak cara untuk menghasilkan tinggi-rendah bodi, tapi yang jelas perhatikan dulu konstruksi suspensi, tiap mobil kan beda-beda tuh, ada yang MacPherson Strut, Double Wishbone, dan Multilink. Misal Multilink dimana shock dan per terpisah berarti tinggi mobil tergantung sama per. Jadi jika tinggi per-nya sekian, pengen pendek mobilnya sekian berarti harus pakai per yang cukup pendek,” tutur Lucky.

Ia menambahkan, “Tapi kekurangannya kalau mau ditinggikan lagi, nggak bisa setinggi standar karena gapnya abis jadi harus main ring set sekitar 3-4 jari. Dalam modifikasi seperti ini kalau mau dipakai jarak jauh berarti harus punya per dengan 2 setting. Ini yang kebanyakan orang sering bilang enaknya pakai coilover bisa gonta-ganti per, tingkat kekerasannya juga bisa dipilih.”

Coilover sendiri terbagi menjadi beberapa tipe yakni 1-way, 2-way, 3-way, dan 4-way. Bedanya dimana sih? “1-way itu one direction only, jadi yang bisa disetel itu cuma rebound-nya alias mantul baliknya. 2-way itu bisa disetel rebound dan compression, jadi tingkat kekerasan suspensi secara keseluruhan bergantung di gas dan oli. Kalau 3-way itu hampir dengan 2-way ada rebound dan compression, cuma rebound-nya ada dua mode â€" high dan low speed. Sedangkan 4-way rebound & compression masing-masing punya dua mode,” tegas Lucky.

Nah, kalau kalian berminat Stance Lab menawarkan dua tipe coilover, tipe 1-way pada ISC dan 2-way pada ISX. Banyak keunggulan yang kemungkinan besar nggak bakalan kalian temukan di merek lain, salah satunya fitur 32-step damping adjustable depan-belakang, baik pada suspensi ISC maupun ISX. “Yaps, suspensi kami bisa disetting terutama dari segi keras-lembutnya ada 32 level, pernya juga bisa diganti sesuai ukuran yang diinginkan, tinggi-rendah juga bisa disetel. Dari satu suspensi ini kita bisa pakai buat berbagai penggunaan,” saut Lucky.

Soal kualitas tak perlu diragukan lagi, pasalnya semua produknya sudah lolos dari uji anti-korosi dengan treatment khusus dan pelapis, jadi cocok digunakan dalam segala kondisi. Selain itu, semua produk mendapatkan garansi kerusakan pabrik selama satu tahun dan layanan purna jual yang memuaskan.

“Kami mungkin nggak se-expert produk luar negeri, tapi kami menyediakan jasa servis all-in semua yang terkait suspensi. Kalau ada masalah di produk coilovernya, kami siap benerin atau replace dengan yang baru dan barangnya kebanyakan ready,” imbuh Lucky.

Pada prinsipnya, ada banyak cara untuk mengubah ketinggian mobil, selain coilover ada juga penggunaan air suspension, bahkan sebagian penghobi mobil ‘down to earth’ ada yang memadukan penggunaan coilover dan air suspension. Nah, apa sih kelebihannya menggunakan air suspension dengan tambahan coilover VS air suspension?

“Ada beberapa mobil yang sudah dibekali air sus, berarti kan balon berfungsi sebagai per, jadi tingkat kekerasan balon ini pasti sudah sesuai sama bobot mobilnya. Sedangkan suspensi standar tanpa balon mau ditambahin balon, terkadang masalahnya adalah ukuran balon ini nggak sesuai sama bobot mobilnya, akibatnya bikin mobil jadi mantul-mantul karena shocknya pun nggak bisa disetel. Nah kelebihannya kalau pakai coilover, shock bisa disetel tingkat kekerasannya, otomatis mengurangi pantulan itu tadi,” terang Lucky.

 

Sebelum menutup obrolan panas ini, saya pun sempat menanyakan perkembangan dan tren modifikasi kedepannya akan seperti apa. “Sebenarnya hampir semua kota maupun daerah dari segi pemerataan infrastruktur oleh pemerintah sekarang lagi gencar-gencarnya, itu yang kami pikir bagus banget. Jalanan lintas Jakarta-Bali udah bagus banget, banyak tol dibangun, dimana buat jalan pakai mobil ceper udah pasti nyaman, touring pun nggak masalah. Jadi perjalananan antar propinsi pun nggak berasa jauh kayak dulu lagi.”

“Kalau tren coilover sendiri nantinya akan menjadi barang umum. Misal, dulu velg itu menjadi barang sekunder, sekarang bukan car enthusiast pun bisa ganti velg karena pembatas antara car enthusiast atau bukan sudah semakin terbuka karena adanya youtube atau media digital lainnya. Jadi kultur referensinya lebih terbuka lebar. Nah upgrade suspensi sekarang menjadi urutan kedua setelah velg, karena kalau fitmentnya kepengen pas dan tetap nyaman, ujung-ujungnya orang akan pakai coilover dan bisa disetel,” tutup Lucky.

 

 

 

 

 

 

 

Itulah tadi informasi mengenai Nggak Asal Ceper! Inilah Tips & Info Modifikasi Ala Founder Stance Lab oleh - banmobiltangerang.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiltangerang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 27, 2020

Bengkel Laris Understeel, Spesialis ‘Pijat’ Kaki-Kaki Mobil Stance oleh - banmobiltangerang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website banmobiltangerang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bengkel Laris Understeel, Spesialis ‘Pijat’ Kaki-Kaki Mobil Stance oleh - banmobiltangerang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Jika mobil anda ingin selalu tampil prima, tentu saja semua sektor mayor wajib mendapatkan perawatan secara rutin. Tak hanya mesin, sektor kaki-kaki tak kalah penting untuk diperhatikan demi menunjang kenyamanan dan kestabilan selama berkendara. Nah, beberapa hari lalu tim FnL menyambangi Bengkel Laris Understeel â€" spesialis ‘pijat’ kaki-kaki yang berada di Jl. Ring Road Utara No. 14, Nanggulan, Maguwoharjo, Sleman.

Meskipun sedikit molor dari jam yang dijanjikan, akhirnya kami berhasil menemui sang pemilik yang akrab disapa Ambon. Sayangnya, Ia enggan menyebutkan nama aslinya. Namun jangan tertipu dari parapannya, ternyata pria ini tak berasal dari kepulauan Maluku melainkan ‘arek Malang’, Jawa Timur, bahkan sedikitpun identitas fisiknya tidak menunjukkan ciri khas orang Ambon. Hehehe.

Sesuai jurusannya, bengkel ini ahli dalam memperbaiki kaki-kaki segala jenis mobil mulai dari spooring, sokbreker, per, chamber roda, tierod, long tierod, ball joint, drag link, swing arm, dan sejenisnya tetapi yang bikin spesial dari bengkel kaki-kaki lainnya adalah urusan mobil ceper. Iya, Laris Understeel melayani modifikasi kaki-kaki mobil ceper baik statik, stance maupun air suspension.

“Dulu basisnya belajar otodidak perbaikan kaki-kaki mobil umum dan awalnya masih ikut orang waktu di Malang, tahun 2006 saya pindah ke Jogjakarta dan buka bengkel ini,” sambut Ambon.

“Kenapa akhirnya jadi bengkel mobil ceperan karena tren ini nggak pernah mati di Jogja, mungkin awalnya saya cuma nyoba, keseringan jadi keterusan. Hehe… Saya sendiri juga pengen bengkel ini maju, kalau memang bisa buat tambahan kenapa nggak,” sautnya.

Seiring waktu, Ia pun mulai melebarkan sayap dengan mengerjakan radius fender yang dilakoninya sejak lima tahun silam. Memotong radius fender dan pintu menjadi hal lazim yang dilakukan pada mobil stance untuk mendapatkan ground clearance yang ideal. “Motong fender pun harus presisi biar jalannya nyaman, dilihat juga lebih enak,” imbuh Ambon. Pada dasarnya, segala hal seputar kaki-kaki bisa dikerjakan sesuai keinginan konsumen.

Sementara bengkel lain mengandalkan suspension kit aftermarket untuk mendapatkan efek ‘low’, bengkel ini lebih mengutamakan skill karena semuanya dikerjakan secara kustom oleh tangan-tangan berpengalaman. Ini sama sekali bukan soal teknologi tetapi lebih kepada memutar otak demi mewujudkan mobil ‘down to earth’. Yaps, semua proses kustom dikerjakan secara manual mulai dari potong per, sokbreker hingga menata ruang dibalik fender.

Ia menambahkan bahwa proses pengerjaan mobil bergaya statik relatif cepat, “Paling cuma ganti per, kustom sokbreker dan tergantung kebutuhannya, buat harian, mobil keluarga atau apa, baru bisa tahu pendeknya seberapa.”

Sedangkan pengerjaan stance bisa memakan waktu hingga dua bulan lamanya, lantaran bukan semata kustom kaki-kaki. “Yang jelas lebih kompleks ya, harus menata ruang buat roda, chamber kit, motong radius fender dan pintu, belum lagi kalau pakai airsus. Kalau semuanya sudah terpasang baru test drive, jalannya udah enak belum kurangnya dimana. Finishing paling cuma ngecat,” jelas Ambon.

Ubahan kaki-kaki mobil stance pun tak sekedar ‘plug & play’ pada semua merk mobil, dalam artian tiap jenis maupun pabrikan memiliki formula yang berbeda. “Pertama tergantung jenis mobilnya, terus mau pakai velg ukuran berapa dulu baru bisa hitung kemiringannya seberapa, potong per dan sokbrekernya seberapa, dan sebagainya,” tegas Ambon.

Siapa bilang mobil stance nggak bisa diajak jalan jauh atau road trip keluar kota, hal ini ditegaskan oleh Ambon, “Kalau kaki-kaki udah mapan, artinya pemasangannya rapat, rigid, presisi, pakai pelek yang sesuai harusnya nggak masalah buat jalan jauh, ngebut juga aman. Hehehe.”

Saat ditanya soal prestasi kontes, Ia menjawab dengan senyuman, wah tampaknya sudah tak terhitung lagi jumlahnya â€" piala yang terpajang di sudut ruang mungkin hanya sebagian saja. Tetapi yang jelas Ia punya pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidupnya dimana salah satu karyanya dipamerkan di salah satu ajang motor show di Jepang pada tahun 2017.

“Saya agak lupa, kalau nggak salah Osaka Motor Show. Waktu itu saya diajak sama kustomer, mobilnya Mercedes Benz W212 bergaya ekstrim â€" interior, cat semua kustom total, dan kebetulan yang mengerjakan kaki-kakinya saya,” tutur Ambon.

Selama berkarir Ia pun mengaku puas jika mobil stance garapannya tampil ideal. “Bisa bikin fitment mobil yang bisa dipakai jalan jauh itu menjadi kepuasaan tersendiri buat saya. Walaupun sekencang apapun dengan kondisi ceper dan roda miring tapi tetap stabil, intinya layak jalan untuk dipakai kemana-mana,” tutup Ambon.

Konsumen penggila stance yang berdatangan tak melulu dari Jogja, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Soal jasa bongkar untuk servis kaki-kaki sebut saja dikenakan mulai dari seratus ribuan, sementara kustom stance dibandrol 25 juta. Atau mau konsultasi bisa kontak langsung ke 0813-3888-5108.

Bonus foto:

 

Itulah tadi informasi dari daftar judi slot mengenai Bengkel Laris Understeel, Spesialis ‘Pijat’ Kaki-Kaki Mobil Stance oleh - banmobiltangerang.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiltangerang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020

Land Cruiser VX 200 (2019) – Memaksimalkan Takdir si Penjelajah oleh - banmobiltangerang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website banmobiltangerang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Land Cruiser VX 200 (2019) â€" Memaksimalkan Takdir si Penjelajah oleh - banmobiltangerang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bukan sesuatu yang lazim dilakukan orang pada umumnya, saat baru saja membeli mobil langsung di modifikasi. Apalagi mobil yang baru dibeli adalah mobil yang terbilang mobil yang cukup mahal dan harus melalui pemesanan beberapa bulan terlebih dahulu barulah mobil dapat diterima oleh pembeli. Inilah Land Cruiser VX 200 keluaran tahun 2019 yang langsung dikirim ke Lamban Garage dari dealernya.

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Selanjutnya apa ubahan yang dilakukan oleh Wahyu Lamban (WLJ) selama kurun waktu 3 bulan mobil yang sering digunakan para pejabat atau pengusaha tajir melintir di ibukota ini? Ubahan yang paling mencolok adalah pada exterior.

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Bemper depan belakang yang diganti dengan menggunakan aluminium yang dibuat secara custom oleh Metal Craft 54 dan menggunakan tambahan wide fender yang matching dengan ban ukuran 35×12.5 R17 dari BFGoodrich seri MT KM3 yang juga membungkus velg ATX. Velg ini sebenernya diperuntukkan untuk Jeep JK namun sudah dirubah PCD nya menjadi 150×5 milik VX. Oke, sampe sini sudah kelihatankan kalau modifikasi ini bener-bener serius.

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Bener banget, mobil ini memang di modifikasi khusus untuk medan offroad yang extreme namun tetap nyaman dan masih enak dilihat apabila dibuat jalan di atas aspal. Request dari sang client adalah agar mobil ini dapat dipergunakan semaksimal mungkin sesuai dengan takdirnya saat dilahirkan yaitu sebagai mobil penjelajah extreme.

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Bagaimana tidak, mobil ini akan diperuntukkan untuk jalanan sehari-hari yang penuh dengan lumpur dan bebatuan di lintas Papua di timur Indonesia sana. Selain itu mobil ini juga harus bisa membantu menarik truk-truk yang terjebak dalam lumpur juga. Oke, Sampe sini saya yang tidak habis pikir. Di Ibukota Land Cruiser VX 200 ini sangat digemari sebagai pembuktian status sosial bagi para pemiliknya yang sedemikian rupa sangat dirawat, namun di Papua mobil ini hanya akan menjadi “tukang geret” truk-truk yang terjebak dalam lumpur. Oke.. siipp..

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Dari permintaan sang client WLJ langsung berfikir untuk fokus pada kaki-kaki/suspensi dimana Land Cruiser VX 200 ini menggunakan lift kit OME BP-51 bypass shock dan agar durabilitas as roda lebih awet, as roda bawaan di ganti dengan buatan RCV dengan bahan 300M yang dipesan secara khusus untuk mobil ini langsung dari Illinois, Amerika.

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Kembali lagi pada bemper yang enggak bisa dipungkiri membuat mobil ini terlihat brringas. Bukan tanpa sebab bemper diganti dengan bahan yang lebih kokoh, begitu juga rock slider yang tujuannya untuk melindungi body saat melakukan extreme offroad, ditambah sebagai bracket Winch yang menggunakan Warn tipe 8274 M70 pada bagian depan dengan penambahan daya batre Optima D31 yang kelistirkannya tersambung parallel dengan batre bawaan mobil.

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Enggak cuma itu. Dengan memikirkan resiko kehabisan bahan bakar ditengah jalan yang mungkin bisa jadi tidak dalam kondisi jalan yang baik, Land Cruiser VX 200 ini sudah dilengkapi dengan tangki solar cadangan komplit dengan pompa elektriknya yang dapat memuat bahan bakar sebanyak 80 Liter.

Land Cruiser VX 200 (2019) â€

Dengan usainya pembangunan mobil VX 200 ini yang memakan waktu kurang lebih 5 bulan, mungkin bisa di bilang inilah VX 200 pertama yang keluar dealer langsung dimodifikasi cukup extreme.

Apakah cerita ini hanya sampai sini saja? Tidak, Masih ada Jeep JK yang diam-diam lebih xtreme modifikasinya. Namun Kali ini bisa kalian lihat melalui akun Instagram @fastnlownet

Bonus Foto

Itulah tadi informasi dari judi poker mengenai Land Cruiser VX 200 (2019) â€" Memaksimalkan Takdir si Penjelajah oleh - banmobiltangerang.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiltangerang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, July 25, 2020

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything oleh - banmobiltangerang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website banmobiltangerang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything oleh - banmobiltangerang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pada suatu waktu kita sempat ditawarkan untuk mengangkat mobil mobil hasil karya Wahyu Lamban. Dimana Wahyu Lamban yang terkenal sebagai langganan juara nasional offroad saat ini sedang mengembangkan bisnisnya di bidang modifikasi body khusus untuk offroad, dengan nama Metal Craft 54. Modifikasi ini tidak asal modifikasi ala offroad tapi semua faktor keamanannya diperhitungkan, pemilahan bahan dan bentuk juga menyesuaikan dengan kebutuhan customer yang hingga saat ini dari kalangan penghobby offroad CR. Itu tuh yang offroadnya sukanya babat alas.

Nah, ngomongin masalah tawaran mobil yang akan diangkat, persis sehari sebelum sesi pemotretan kita mengadakan briefing dulu di bengkel Wahyu Lamban (WLJ) di Jl. Bibis Raya, Jetis, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Setelah ngobrol ngobrol dan briefing yang cukup seru, mas Wahyu langsung nyuguhin 2 mobil untuk kami eksekusi fotonya. Walah ternyata kedua mobil itu udah dimodifikasi pol oleh mas Wahyu. Mobil yang satu berwarna hitam dan yang satunya lagi warna putih. Tapi karena kami udah nentuin lokasi pemotretan akhirnya Jeep JK berkelir putihlah yang kami eksekusi.

Keesokan harinya tepat pukul 4 pagi, gue Riko dan beberapa rekan lainnya sudah siap melakukan foto sesi. Setelah dijemput, kita langsung jalan ke lokasi foto yang udah kami tentukan yaitu di kawasan Hutan Pinus Imogiri Bantul. Ada 5 orang dari tim FnL yang ikut berada didalam mobil. Tapi ada 1 orang yang ikut juga naik motor. Bukannya gue dan tim tega nggak ngajak doi naik Jeep JK hasil modifikasi mas Wahyu, tapi doi naik motor demi memenuhi konsep foto Followshoot

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything

Begitu sampe di lokasi, kita langsung survey lokasi yang Proper buat eksekusi Jeep JK berkelir putih tersebut. Begitu dapet lokasi yang proper, kita langsung ngeluarin alat perang alias kamera andalan beserta lensa lensanya. Ngga lupa, baterai juga kita pasang coy. Klo nggak dipasang, ya kita ngga bisa foto dong :D. Tapi yang namanya alam, pasti ngga bisa kita tebak. Baru sebentar motret, kabut Imogiri pun turun. Kami pun segera merubah posisi mobil. Ngga lama, cahaya matahari pun masuk menembus kabut dan pepohonan pinus sehingga kelihatan garis cahayanya.

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything

Oh iya, gue belom ceritain modifikasi yang dilakukan oleh mas Wahyu pada Jeep JK nya. Pokoknya tampilannya jauh lebih galak dibandingin versi standarnya. Tampilan galak nan gagahnya berkat velg 17 yang dibalut ban 35 serta penambahan liftkit full set dari Pedders berukuran 2.5 inch. Ngga cuma makin tinggi bagian depan dan samping pun ikut ditambahin bemper dan fender aluminium yang ngga cuma buat nambah kesan galak tapi juga bisa memberikan proteksi ketika lagi dipakai untuk Overland. Namanya mobil dimodifikasi dengan konsep dan dipake Overland, winch pun disematkan dibagian depan dan juga belakang. Karena pake winch sebanyak 2 biji, suplai listrik pun diperkuat dengan menggunakan 1100 cca. Sebenernya bukan cuma biar bisa support winch aja sih tapi juga untuk support inverter yang ada didalam mobil. Oh iya, rencananya mobil ini akan dipasang kulkas didalemnya. Karena setiap Overland mengaruskan kemah, dibagian atap ikut terpasang roof tent dan roof protector.

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything

 

Yang namanya mobil ganteng dan galak, ngga mungkin klo ngga ada orang yang noleh ketika ngeliat mobil itu. Beberapa orang yang lewat saat kami lagi motret mobil itu, mata mereka ngga lepas dan bahkan ngga ngedip beberapa saat ketika lagi ngelewatinnya. Ya, meski tampilannya udah Overland banget, mobil ini tetep nyaman buat dipake harian. Meski banyak tersemat aksesori, tapi penambahan bobot mobilnya ngga terlalu signifikan karena menggunakan aluminium sebagai material. Mas Wahyu sebagai sang modifikator begitu mengedepankan konsep modifikasi yang simple, sederhana namun tetap fungsional.

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything

Berhubung kabut yang tadi sempat menyelimuti kawasan hutan pinus Imogiri sudah mulai pergi, kami pun mencoba untuk membuka roof tent yang berada diatap JK. Hal yang langsung terbesit adalah “wah bakalan repot nih buat ngebukanya” Tapi anggapan gue bener bener salah. Bahkan untuk mendirikannya bisa jauh lebih cepat dengan ibu warung yang tengah memasak mie instan yang dipesan oleh tim FnL.

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything

Cukup puas dengan nuansa hutan pinus, kami langsung bergeser ke kawasan berpasir yaitu Gumuk Pasir Parangkusumo. Untuk pindah lokasi, mobil ini ngga ditowing loh :p. Ya selama perjalanan pindah lokasi, gue bener bener merasakan kenyamanan didalamnya meski tampilan luarnya galak kayak preman.

Tapi sebelum kami pindah ke Gumuk Pasir Parangkusumo, kita cuci mobil dulu. Karena pas di Imogiri kami sedikit eksekusi foto di “habitat” dari sebuah Jeep JK yaitu area offroad. Hasilnya mobil putih yang galak tersebut belepotan tanah. Kelar nyuci JK putih, kami mampir lagi ke bengkel mas Wahyu buat ambil JK hitam untuk foto di Gumuk Pasir Parangkusumo.

JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything

Berhubung sore itu langit Jogja mulai meredup tim langsung eksekusi foto JK Putih dan Hitam. Keduanya berpose bak Agnes Monica yang dulu pernah take video klip Matahariku.

Namanya foto mobil, ngga lengkap klo kita ngga nyobain mobil itu. Meski gue ngga nyobain performa dari mobil ini, mas Adit sang punggawa Fastnlow mencoba performa dari JK putih. Doi mencobanya mulai dari pelan pelan, sedang hingga digeber pol. Ya, hasilnya udah bisa dipastikan sih! Uenak pol!

Oh iya nih kalau kalian mau modifikasi tunggangan kalian kayak JK ini, kalian bisa langsung datang ke Lamban Garage atau langsung kontak ke mas Wahyu di
081223707020. Tapi pastikan dulu kalian sudah punya dulu ya mobil jenis SUV. Klo masih pakai sedan atau hatchback, lipet dulu mobilnya jadi SUV ya!

Bonus Foto:

Itulah tadi informasi dari situs poker online mengenai JEEP WRANGLER JK : Go Anywhere, Get Lost, Do Anything oleh - banmobiltangerang.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiltangerang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 19, 2020

FJ40 Jadi Mobil Idaman Sejak Kecil oleh - banmobiltangerang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website banmobiltangerang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar FJ40 Jadi Mobil Idaman Sejak Kecil oleh - banmobiltangerang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

‘Ngobrolin’ soal Land Cruiser itu sepertinya nggak pernah ada matinya, apalagi FJ40 sudah barang tentu jadi impian semua orang khususnya bagi pecinta jip klasik. Tak terkecuali pria bernama lengkap Gandung Suharjono asal Jogjakarta yang memiliki FJ40 Hardtop 1981.

Hari itu, pagi menjelang siang, tim FnL sudah berkumpul di daerah Sambirejo, tepatnya arah menuju Tebing Breksi untuk photoshoot sang model roda empat. Udara terasa semakin panas meski langit sedikit mendung, tetapi tak lama kemudian sang pemilik dan Barry â€" builder spesialis Land Cruiser segera tiba membawa tunggangannya langsung dari Purworejo. Yaps, ternyata kuda besi milik Pak Gandung baru saja keluar dari bengkel setelah melakukan perawatan.

Tanpa panjang lebar, Riko dan Denis (tim FnL) yang siap siaga membawa peralatan perang berupa kamera, segera mengeksekusinya. Giliran saya mengulik kisah kasih antara Pak Gandung dan FJ40.

Pertanyaan pamungkas pertama yang saya lontarkan adalah kenapa ‘demen’ banget dengan FJ40? “Sejak kecil sampai SMA, ibarat orang hamil ngidamnya ya mobil ini. Dulu saya nggak tahu sama sekali ini jenis mobil apa, tahunya mobil penculik”, sambut Pak Gandung seraya tertawa. Iya, maklum karena image FJ40 erat kaitannya sebagai mobil penjahat di sejumlah sinetron maupun film jadul Indonesia.

“Saking pengennya punya mobil ini, saya pernah berfoto dengan begron FJ40 di bengkel Crab dan akhirnya terbeli juga tahun 2009,” sambungnya. Dinas Pertanian Propinsi DIY menjadi tempat dimana FJ40 ini berasal dan tentu saja kondisinya tidak semulus seperti yang anda lihat sekarang. Bahkan menjelang persiapan restorasi pun Pak Gandung harus melewati jalan berliku, memilih bengkel ternyata tak semudah membalikan telapak tangan.

Singkat cerita, Pak Gandung menyambangi bengkel Taruna Jaya milik Barry Kurniawan yang berada di Kaliboto, Purworejo. “Awalnya Pak Gandung main ke sini sekedar ngobrol-ngobrol kalau dia punya FJ40 dan mau direstorasi total. Saat itu belum dibawa mobilnya,” saut Barry.

Selang beberapa bulan berlalu, mobil diboyong ke bengkel pada pertengahan 2018. Lantaran Pak Gandung punya keinginan mengusung konsep American Style, Barry pun menyanggupi permintaannya. “Karena yang sudah-sudah biasanya cuma restorasi biasa,tapi saya tertantang untuk ngerjain konsep ini. Selama proses, Pak Gandung cukup sering ke bengkel, orangnya termasuk perfeksionis jadi kalau kurang ini itu langsung kami benahin. Saya punya prinsip kalau ngerjain ya seperti punya sendiri dengan upaya 110 persen,” jelas Barry.

Lantas, mobil dibedah total tanpa terkecuali. Sembari mengerjakan bodi dan sasis, mesin dirapikan kembali supaya tetap bekerja secara optimal termasuk sejumlah komponen baru pada ruang mesin yang perlu diremajakan diantaranya karburator, radiator, delco, platina, kabel busi, dan busi â€" semuanya OEM FJ40.

Karena diperuntukkan sebagai mobil harian, sektor kolong wajib ‘dimudakan’ demi kenyamanan selama berkendara tanpa meninggalkan unsur orisinalitas dari FJ40 itu sendiri, alhasil sang builder memadukan komponen OEM yang baru dan aftermarket.

“Sokbreker pakai Old Man Emu yang tipe klasik, itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian dan cocok untuk hardtop, shock steernya pakai 4Way dari Tough Dog. Discbrake depan pakai ori hardtop versi Jepang karena di Indonesia nggak ada yang jual, kalau belakang pakai cakram aftermarket tapi booster rem servo ganti VX80. Sisanya seperti per daun, anting per, velg, wheel dop berikut freelock Aisin semuanya OEM,” ujar Barry.

Sektor interior juga tak luput dari perhatian, hampir sebagian besar diganti baru dan OEM tentunya termasuk plafon, doortrim, tombol dashboard, persneling. Istimewanya lagi, ada satu bagian otentik bawaan pabrik yang masih ditinggalkan yakni jok depan dan belakang. Yaps, kondisi jok orisinil yang tergolong cukup baik sengaja dibiarkan meski harus sedikit direkondisi di beberapa bagian. “Biar kesan orinya masih ada,” celetuk Barry. Saya setuju banget, kalau masih oke kenapa nggak. Toh, ketersediaan cover jok asli sudah discontinue di negeri asalnya.

Untuk mendukung kenyamanan pemilik, ditambahkan satu unit AC Super King. Barry menambahkan bahwa dalam kondisi terik panas sekalipun seperti di Jogja, AC masih terasa dingin. Biarpun mobil tua, kabin harus tetap chill yeekaaan!

Sementara detail bodi seperti aksesoris, emblem, pernak pernik lampu termasuk baut dikembalikan orisinil bak keluar dari pabrikan. “Kaca tengah ke belakang ganti baru pakai OEM karena sudah lusuh, kalau yang depan masih bawaan pabrik,” tutur Barry.

Mungkin kalian penasaran, apa sih bedanya FJ40 American Style dengan versi JDM? Identitas American Style dapat ditemukan pada rollbar, ban dan kelir bodi, bahkan Pak Gandung rela mengimpor dari negeri Paman Sam. “Rollbar memang ori buat FJ40 dan didatangkan langsung dari sana termasuk ban yang sesuai dengan diameter velg. Velg ori FJ kan lebarnya cuma 6,5 inci, Pak Gandung mintanya ukuran ban 33, sedangkan yang keluar di Indonesia kebanyakan lebar 12,5 inci jadi terlalu lebar, makanya saya carikan BF Goodrich ukuran 33×10,5,” jelas Barry.

Nah, soal pemilihan kelir bodi juga tak ketinggalan ‘ngikutin’ jenis warna yang ada di Amerika yakni sky blue berkode 854. Sedangkan FJ40 tahun 80-an yang ada di Tanah Air pada umumnya adalah green, beige, dan dolphin blue. Jika merunut literatur American Style, FJ40 seharusnya dilengkapi dengan heater seperti halnya versi Australia. “Sejauh ini masih nyari heater meskipun buat aksesoris aja,” kata Barry.

Alhasil restorasi tunggangan Pak Gandung selesai sekitar setengah tahun yang lalu, tak ditampik jika harus memakan waktu berbulan-bulan menunggu pesanan dari Amerika. Mungkin soal biaya dan proses restorasi tak ada kendala yang berarti, yang jadi masalah hanyalah kesabaran. “Selama proses pokoknya saya nggak mau bosen nanyain terus, biar yang ditanya yang bosen. Restorasi FJ40 itu ibarat menguji kesabaran, harus sabar sedalam dan seluas samudera. Alhamduliah restorasi yang satu ini saya sudah lulus ujian sabar dari Tuhan,” ujar Pak Gandung dengan gelak tawa. Catat nih sob, nilai filosofis dari Pak Gandung.

Sebelum menutup perjumpaan, Pak Gandung pun sempat membagikan pengalamannya bersama sang ibu dan FJ40. “Ibu saya justru paling suka naik FJ40, minta anter kemana-mana maunya pakai ini, tak kasih mobil yang lebih nyaman malah nggak suka. Dulu pas abis beli, ibu nyoba naik padahal usianya 74 tahun, saya kaget tiba-tiba beliau bilang ‘Lha ngene iki aku iso ndelok kabeh, ra koyo mobil liyane marai mumet’. Alasannya karena beliau kalau naik mobil yang dashboardnya tinggi malah nggak bisa lihat ke depan dengan leluasa. Bahkan kalau mobil ini keluar rumah pasti dicari ibu,” tuturnya.

“FJ40 itu menjadi bagian dari jiwa saya, punya tempat sendiri di hati. Ibarat istri ya istri pertama, kalau istri kedua kan jarang diakui.Hahaha,” tutupnya. Bisa ae Pak!

 

Bengkel Taruna Jaya

Jl. Magelang KM 12 Kaliboto Bener Purworejo

0813-2529-3443 (Barry)

 

Bonus foto:

By: Lie

 

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai FJ40 Jadi Mobil Idaman Sejak Kecil oleh - banmobiltangerang.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiltangerang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, July 11, 2020

Deretan Mobil Ford di Film Hollywood oleh - banmobiltangerang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website banmobiltangerang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Deretan Mobil Ford di Film Hollywood oleh - banmobiltangerang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Memilih peran mobil Ford dalam sejumlah film dari 50 tahun terakhir berarti harus mengabaikan satu fakta yang tak terhindarkan bahwa sebagian besar armada polisi adalah mobil buatan Ford, baik untuk film serial TV maupun layar lebar. Anyway, abaikan soal itu.

Sebagai pecinta film sekaligus ‘car enthusiast’, anda pasti memperhatikan bahwasanya sejumlah produk automaker telah muncul di beragam adegan dan menjadi peran kunci yang mengejutkan dalam film action, drama, komedi, perang, petualangan, dsb. Pula tak ditampik film yang dibuat tentang perusahaan itu sendiri â€" yaps, betul sekali salah satunya film Ford Vs Ferrari. Kalau film yang satu ini pasti masih segar diingatan anda jadi kami bakal bahas film Ford yang lebih lawas lagi. Cuss yukk…


Bullitt (1968) â€" Ford Mustang GT Fastback 1968
Siapa sih yang nggak tahu mobil ‘otot’ ikonik sepanjang masa ini. Kenapa film ini menarik? Tentu saja patut diakui bahwa koreografi mobil menjadi bentuk seni yang belum pernah terlihat sebelumnya di deretan film hollywood pada masa itu. Salah satu dari dua Mustang yang dikendarai oleh Frank Bullitt yang diperankan oleh Steve McQueen belum lama ini dilelang dengan harga 3,7 juta US dolar. Ampun deh!

Diamonds Are Forever (1971) â€" Ford Mustang Mach 1 1971
Tak seperti Sportsroof di film Gone In 60 Seconds, Mustang milik James Bond sebenarnya adalah model Mach 1, meski tidak dijelaskan bagaimana Ia masuk lorong Las Vegas dengan dua roda dan muncul dari arah berlawanan dengan dua roda lainnya. Terlepas dari kesalahan sinematik yang nggak ‘nyambung’, Mustang 007 dibekali dengan mesin 429 inci-kubik Cobra Jet V8 yang merupakan pilihan baru untuk model 1971. Dalam film yang diperankan oleh Sean Connery sebagai James Bond, tercatat menggunakan tiga Mustang dan satu diketahui masih terawat sampai sekarang.


Mad Max (1973) â€" Ford Falcon XB GT 1973 (V8 Pursuit Special)
Mad Max adalah film yang meledak di bioskop Australia, ini tak lain karena beberapa faktor â€" film ini diproduksi di Australia, Mel Gibson (sebagai Maxwell Rockatansky) tinggal di Sidney selepas pindah dari New York, dan terakhir Falcon diproduksi di Australia. Selain aksi Maxwell yang jadi sorotan, Pursuit Special menjadi pemeran utama dalam film ini. Pursuit Special yang juga disebut Last Of V8 Interceptors dilengkapi dengan side step, blower, dan sejumlah modifikasi bodi bikinan Graf-X International.


American Graffiti (1973) â€" Ford Deuce Coupe 1932
Film yang disutradarai George Lucas adalah cerminan life style anak remaja pada awal 1960-an di California, mulai dari cinta monyet hingga balapan liar. Yaps, naskah yang Ia tulis berdasarkan masa remaja George sendiri. Deuce ‘32 dalam film ini mengusung gaya hot-rod minimalis â€" tanpa kap mesin, modifikasi knalpot dan velg kinclong. Iya, kultur ini masih jadi favorit hingga kini. Meski hanyalah mobil drag, Deuce menampilkan performa mesin yang dikendarai oleh Paul Le Mat, pemeran John Milner.

Gone In 60 Seconds (1974) â€" Ford Mustang 1971
Yaps, Mustang yang menyamar model 1973 dalam film ini aslinya adalah Mustang keluaran ‘71 dengan nama kode ‘Eleanor’, model Sportsroof berasal dari era dimana Ford coupe betransisi ke personal luxury. Diceritakan daftar kendaraan yang akan dicuri salah satunya adalah Mustang yang dikemudikan oleh Halicki (penulis, produser dan sutradara) sebagai Maindrian Pace, pengejaran polisi selama 40 menit memperlihatkan Eleanor melakukan pukulan yang luar biasa termasuk loncatan 128 kaki yang absurd.


Take This Job And Shove It / Roadhouse (1981/1989) â€" Bigfoot 1 / Bigfoot 7
Take This Job And Shove It, film ini terinspirasi dari lagu musik country yang menampilkan monster truk Ford di video klipnya tanpa alasan yang jelas. Ini adalah fenomena dimana penduduk Amerika terkena demam monster truk dan popularitasnya meledak sejak saat itu. Sementara roadhouse menceritakan seorang milioner cerutu yang mengirim monster truk melalui dealer, sekali lagi tanpa alasan yang jelas, bahkan produksi film membakar setengah juta dolar hanya untuk membangun Bigfoot 7. Keduanya diperankan oleh Bob Chandler, sang pelopor monster truk sejak 1975.


National Lampoon’s Vacation (1983) â€" Wagon Queen Family Truckster
Wagon Queen Family Truckster dengan variasi aksen kayu, vinil di panel bodi, 8 headlight, dan ubahan grill â€" jati diri sebenarnya adalah Ford LTD Country Squire 1979. Mobil itu dikirim ke Kustom Kar King, George Barris untuk bertransformasi menjadi modifikasi yang berlebihan, iya lebay tepatnya. Mobil ini kemudian menjadi simbol abadi dari Era Malaise, dan ‘Family Truckster’ tetap menjadi bagian dari leksikon kendaraan hingga hari ini.


Thelma and Louise (1991) â€" Ford Thunderbird 1966
Susan Sarandon yang berperan sebagai Louise Sawye dan Geena Davis melakukan road trip keluar kota tanpa tujuan dengan Thunderbird hanya untuk bersenang-senang namun tak disangka dalam perjalanannya mereka mengalami berbagai aksi kriminal diluar dugaan. Yaps, jika kalian menyukai tontonan bertema road movie, ini salah satu yang menarik.

Starsky and Hutch (2004) â€" Ford Torino 1975
Film ini terinspirasi dari serial TV 1970-an yang kemudian diadopsi ke layar lebar. Ben Stiller (Starsky) dan Owen Wilson (Hutch) berhasil menyuguhkan karakter peran yang baik dalam kemasan komedi, tetapi bagian lain yang menarik adalah Ford Torino merah bergaris putih dan kinerja mesin big block-nya yang memainkan peran utama dalam membangun karakter Starsky.


The Fast and the Furious: Tokyo Drift (2006) â€" Ford Mustang Fastback 1967
Berawal dari kenakalan Sean Boswell (Lucas Black), seorang siswa SMA yang doyan balapan liar hingga banyak merusak fasilitas publik. Karena mendapat hukuman, Sean akhirnya dikirim ke Tokyo tempat ayahnya tinggal. Bukannya insaf, Sean justru semakin ‘gandrung’ balapan liar melawan Drift King di jalanan bukit. Mobil yang dikendarai Sean inilah yang menjadi buah bibir, Mustang Fastback 1967 dengan transplantasi mesin Nissan RB26 buatan Jepang. Dibalik itu menyembunyikan pesan tersirat sebagai simbolisme bahwa automaker Amerika khususnya Ford masih eksis dan bisa bersaing di kandang lawan yakni Jepang.

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Deretan Mobil Ford di Film Hollywood oleh - banmobiltangerang.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiltangerang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 banmobiltangerang : Memberikan Rekomendasi Untuk Ban Mobil Pribadi Anda. All rights resevered. Powered By Blogger