Sunday, July 19, 2020

FJ40 Jadi Mobil Idaman Sejak Kecil oleh - banmobiltangerang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website banmobiltangerang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar FJ40 Jadi Mobil Idaman Sejak Kecil oleh - banmobiltangerang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

‘Ngobrolin’ soal Land Cruiser itu sepertinya nggak pernah ada matinya, apalagi FJ40 sudah barang tentu jadi impian semua orang khususnya bagi pecinta jip klasik. Tak terkecuali pria bernama lengkap Gandung Suharjono asal Jogjakarta yang memiliki FJ40 Hardtop 1981.

Hari itu, pagi menjelang siang, tim FnL sudah berkumpul di daerah Sambirejo, tepatnya arah menuju Tebing Breksi untuk photoshoot sang model roda empat. Udara terasa semakin panas meski langit sedikit mendung, tetapi tak lama kemudian sang pemilik dan Barry â€" builder spesialis Land Cruiser segera tiba membawa tunggangannya langsung dari Purworejo. Yaps, ternyata kuda besi milik Pak Gandung baru saja keluar dari bengkel setelah melakukan perawatan.

Tanpa panjang lebar, Riko dan Denis (tim FnL) yang siap siaga membawa peralatan perang berupa kamera, segera mengeksekusinya. Giliran saya mengulik kisah kasih antara Pak Gandung dan FJ40.

Pertanyaan pamungkas pertama yang saya lontarkan adalah kenapa ‘demen’ banget dengan FJ40? “Sejak kecil sampai SMA, ibarat orang hamil ngidamnya ya mobil ini. Dulu saya nggak tahu sama sekali ini jenis mobil apa, tahunya mobil penculik”, sambut Pak Gandung seraya tertawa. Iya, maklum karena image FJ40 erat kaitannya sebagai mobil penjahat di sejumlah sinetron maupun film jadul Indonesia.

“Saking pengennya punya mobil ini, saya pernah berfoto dengan begron FJ40 di bengkel Crab dan akhirnya terbeli juga tahun 2009,” sambungnya. Dinas Pertanian Propinsi DIY menjadi tempat dimana FJ40 ini berasal dan tentu saja kondisinya tidak semulus seperti yang anda lihat sekarang. Bahkan menjelang persiapan restorasi pun Pak Gandung harus melewati jalan berliku, memilih bengkel ternyata tak semudah membalikan telapak tangan.

Singkat cerita, Pak Gandung menyambangi bengkel Taruna Jaya milik Barry Kurniawan yang berada di Kaliboto, Purworejo. “Awalnya Pak Gandung main ke sini sekedar ngobrol-ngobrol kalau dia punya FJ40 dan mau direstorasi total. Saat itu belum dibawa mobilnya,” saut Barry.

Selang beberapa bulan berlalu, mobil diboyong ke bengkel pada pertengahan 2018. Lantaran Pak Gandung punya keinginan mengusung konsep American Style, Barry pun menyanggupi permintaannya. “Karena yang sudah-sudah biasanya cuma restorasi biasa,tapi saya tertantang untuk ngerjain konsep ini. Selama proses, Pak Gandung cukup sering ke bengkel, orangnya termasuk perfeksionis jadi kalau kurang ini itu langsung kami benahin. Saya punya prinsip kalau ngerjain ya seperti punya sendiri dengan upaya 110 persen,” jelas Barry.

Lantas, mobil dibedah total tanpa terkecuali. Sembari mengerjakan bodi dan sasis, mesin dirapikan kembali supaya tetap bekerja secara optimal termasuk sejumlah komponen baru pada ruang mesin yang perlu diremajakan diantaranya karburator, radiator, delco, platina, kabel busi, dan busi â€" semuanya OEM FJ40.

Karena diperuntukkan sebagai mobil harian, sektor kolong wajib ‘dimudakan’ demi kenyamanan selama berkendara tanpa meninggalkan unsur orisinalitas dari FJ40 itu sendiri, alhasil sang builder memadukan komponen OEM yang baru dan aftermarket.

“Sokbreker pakai Old Man Emu yang tipe klasik, itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian dan cocok untuk hardtop, shock steernya pakai 4Way dari Tough Dog. Discbrake depan pakai ori hardtop versi Jepang karena di Indonesia nggak ada yang jual, kalau belakang pakai cakram aftermarket tapi booster rem servo ganti VX80. Sisanya seperti per daun, anting per, velg, wheel dop berikut freelock Aisin semuanya OEM,” ujar Barry.

Sektor interior juga tak luput dari perhatian, hampir sebagian besar diganti baru dan OEM tentunya termasuk plafon, doortrim, tombol dashboard, persneling. Istimewanya lagi, ada satu bagian otentik bawaan pabrik yang masih ditinggalkan yakni jok depan dan belakang. Yaps, kondisi jok orisinil yang tergolong cukup baik sengaja dibiarkan meski harus sedikit direkondisi di beberapa bagian. “Biar kesan orinya masih ada,” celetuk Barry. Saya setuju banget, kalau masih oke kenapa nggak. Toh, ketersediaan cover jok asli sudah discontinue di negeri asalnya.

Untuk mendukung kenyamanan pemilik, ditambahkan satu unit AC Super King. Barry menambahkan bahwa dalam kondisi terik panas sekalipun seperti di Jogja, AC masih terasa dingin. Biarpun mobil tua, kabin harus tetap chill yeekaaan!

Sementara detail bodi seperti aksesoris, emblem, pernak pernik lampu termasuk baut dikembalikan orisinil bak keluar dari pabrikan. “Kaca tengah ke belakang ganti baru pakai OEM karena sudah lusuh, kalau yang depan masih bawaan pabrik,” tutur Barry.

Mungkin kalian penasaran, apa sih bedanya FJ40 American Style dengan versi JDM? Identitas American Style dapat ditemukan pada rollbar, ban dan kelir bodi, bahkan Pak Gandung rela mengimpor dari negeri Paman Sam. “Rollbar memang ori buat FJ40 dan didatangkan langsung dari sana termasuk ban yang sesuai dengan diameter velg. Velg ori FJ kan lebarnya cuma 6,5 inci, Pak Gandung mintanya ukuran ban 33, sedangkan yang keluar di Indonesia kebanyakan lebar 12,5 inci jadi terlalu lebar, makanya saya carikan BF Goodrich ukuran 33×10,5,” jelas Barry.

Nah, soal pemilihan kelir bodi juga tak ketinggalan ‘ngikutin’ jenis warna yang ada di Amerika yakni sky blue berkode 854. Sedangkan FJ40 tahun 80-an yang ada di Tanah Air pada umumnya adalah green, beige, dan dolphin blue. Jika merunut literatur American Style, FJ40 seharusnya dilengkapi dengan heater seperti halnya versi Australia. “Sejauh ini masih nyari heater meskipun buat aksesoris aja,” kata Barry.

Alhasil restorasi tunggangan Pak Gandung selesai sekitar setengah tahun yang lalu, tak ditampik jika harus memakan waktu berbulan-bulan menunggu pesanan dari Amerika. Mungkin soal biaya dan proses restorasi tak ada kendala yang berarti, yang jadi masalah hanyalah kesabaran. “Selama proses pokoknya saya nggak mau bosen nanyain terus, biar yang ditanya yang bosen. Restorasi FJ40 itu ibarat menguji kesabaran, harus sabar sedalam dan seluas samudera. Alhamduliah restorasi yang satu ini saya sudah lulus ujian sabar dari Tuhan,” ujar Pak Gandung dengan gelak tawa. Catat nih sob, nilai filosofis dari Pak Gandung.

Sebelum menutup perjumpaan, Pak Gandung pun sempat membagikan pengalamannya bersama sang ibu dan FJ40. “Ibu saya justru paling suka naik FJ40, minta anter kemana-mana maunya pakai ini, tak kasih mobil yang lebih nyaman malah nggak suka. Dulu pas abis beli, ibu nyoba naik padahal usianya 74 tahun, saya kaget tiba-tiba beliau bilang ‘Lha ngene iki aku iso ndelok kabeh, ra koyo mobil liyane marai mumet’. Alasannya karena beliau kalau naik mobil yang dashboardnya tinggi malah nggak bisa lihat ke depan dengan leluasa. Bahkan kalau mobil ini keluar rumah pasti dicari ibu,” tuturnya.

“FJ40 itu menjadi bagian dari jiwa saya, punya tempat sendiri di hati. Ibarat istri ya istri pertama, kalau istri kedua kan jarang diakui.Hahaha,” tutupnya. Bisa ae Pak!

 

Bengkel Taruna Jaya

Jl. Magelang KM 12 Kaliboto Bener Purworejo

0813-2529-3443 (Barry)

 

Bonus foto:

By: Lie

 

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai FJ40 Jadi Mobil Idaman Sejak Kecil oleh - banmobiltangerang.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiltangerang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Post a Comment

© 2017 banmobiltangerang : Memberikan Rekomendasi Untuk Ban Mobil Pribadi Anda. All rights resevered. Powered By Blogger